Postingan

Gambar
  REFLEKSI JURNAL DWI MINGGUAN KE- 6 Model 4 P     Ada dua modul pembelajaran dalam dua minggu ke belakang kurang lebih. Pertama modul kebutuhan belajar anak dan pembelajaran sosial emosional yang sangat menarik bagi saya dan akan saya refleksikan dalam jurnal dwi mingguan ke- 6. Saya berpikir saat ini kami berada di fase puncak   dari proses pendidikan guru penggerak. Kenapa demikian, pikiran ini muncul begitu saja saat saya menyadari bahwa di dalam dua modul ini lah terdapat jawaban-jawaban atas akar permasalahan pendidikan. Yaitu apa, Pembelajaran. Saat murid sudah belajar maka telah nampak perubahan pada dirinya. Perubahan-perubahan kecil ini akan memicu perkembangan pada diri murid untuk membuat perubahan besar di dalam kehidupannya kelak di masa yang akan datang. Langsung saja, saya uraikan disini mengenai yang pertama kebutuhan belajar murid. Ada tiga : a)kesiapan belajar murid, b)minat belajar murid, c)profil belajar murid. Saat guru berhasil meng...
Gambar
  Jurnal Dwi Mingguan ke – 5   Penerapan Budaya Positif di Sekolah a.         Disiplin Positif, Motivasi Perilaku manusia, Hukuman konsekuensi dan Restitusi Makna disiplin sering kita pahami sebagai sebuah hukuman, hal ini mengakibatkan ketakutan bagi setiap orang yang mendengarkan kata tersebut. Mitos ini terbantahkan saat kita mengetahui makna yang sebenarnya. Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “dimana ada kemerdekaan, disitulah harus ada disiplin yang kuat. Sungguhpun disiplin itu bersifat ”self discipline” yaitu kita sendiri yang mewajibkan kita dengan sekeras-kerasnya, tetapi itu sama saja; sebab jikalau kita tidak cakap melakukan self discipline, wajiblah penguasa lain mendisiplin diri kita. Dan peraturan demikian it ulah harus ada di dalam suasana yang merdeka. (Ki Hajar Dewantara, pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka,  Cetakan Kelima, 2013, Halaman 470) Ketiga poin diatas memiliki keterhub...

Aksi Nyata Modul 1.4 Budaya Positif

Gambar
  Aksi Nyata yang saya buat bertujuan agar secara pribadi saya dapat mengukur pemahaman terhadap modul 1.4 Budaya Positif. selain itu agar dapat diimbaskan kepada teman sejawat di sekolah sebagai praktik baik. Secara pribadi saya  banyak manfaat yang saya peroleh dari berbagi aksi nyata ini, diantaranya saya dapat melakukan pengembangan diri, seperti menambah kepercayaan diri dan meningkatnya motivasi internal. Aksi Nyata kali ini di dalamnya terdapat penjelasan tentang Budaya Positif, seperti Disiplin Positif, motivasi perilaku manusia, perbedaan antara hukuman, konsekuensi dan restitusi. serta tidak lupa saya menambahkan contoh dari pembuatan Keyakinan kelas dan Penerapan segitiga restitusi.  1. Disiplin Postif Makna dari kata disiplin sebenarnya adalah belajar. Saat guru dan murid telah melalui proses belajar maka akan terbentuk pribadi yang disiplin, Jika tidak, dalam kehidupan bermasyarakat kitalah yang akan di disiplinkan oleh orang lain melalui aturan. 2. Motivasi ...

Visi Guru Penggerak dan Prakarsa Perubahan

Gambar
  REFLEKSI JURNAL DWI MINGGUAN KE- 4 Model 4 P   Ada beberapa peristiwa sejak tanggal 29 Juli s.d 08 Agustus 2024 yang dapat saya refleksikan dalam jurnal dwimingguan : Pertama Pendampingan Indvidu yang dilakukan oleh Ibu Nurlindayani sebagai Pengajar Praktik, kunjungan bertempat di SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye. Ada yang beda pada kunjungan kali ini, Pendampingan Individu kedua ini dilaksanakan secara bersamaan dengan CGP lainnya di sekolah. Hal ini dikarenakan pada pendampingan kedua ini, kami CGP di amanahkan untuk mengadakan diseminasi Visi Guru penggerak kepada Guru dan Kepala sekolah. Agar kegiatan berjalan secara efektif dan efisien, maka kami berenam sepakat melaksanakannya dalam satu waktu, yaitu pada hari senin, 5 Aguutus 2024. Alhamdulillah acara diseminasi Visi Guru Penggerak di sekolah berjalan sesuai harapan PP dan CGP. Kami berenam mengusung Prakarsa perubahan yaitu Membudayakan Lingkungan Sekolah Bebas Sampah Plastik. Perasaan senang dan bahagia namp...
Gambar
  REFLEKSI JURNAL DWI MINGGUAN KE- 3 Model 4 P   Ada beberapa peristiwa sejak tanggal 15 s.d 26 Juli 2024 yang dapat saya refleksikan dalam jurnal dwimingguan : Gambar : CGP dan PP Pertama Pendampingan Indvidu yang dilakukan oleh Ibu Nurlindayani sebagai Pengajar Praktik, kunjungan bertempat di SMK Negeri 1 Tanah Jambo Aye. Pada hari senin tanggal 15 juli yang juga merupakan hari pertama sekolah untuk tahun ajaran baru, Ibu linda, panggilan akrab teman-teman kepada beliau. Mengunjungi saya dan melakukan Pendampingan dengan menanyakan kendala apa saja saat mengikuti pendidikan guru penggerak. Kami pun bercerita hingga beberapa jam berlangsung begitu cepat. Banyak masukan bermanfaat beliau berikan, saya sangat senang di kunjungi ke sekolah menambah keakraban kami. Pelajaran bagi saya adalah setiap orang memerlukan guru untuk memudahkan jalannya. Belajar dari orang lain dapat mempersingkat perjalanan. Saya berharap dapat melanjutkan pendidikan guru penggerak ini dengan ...

Koneksi Antar Materi - Modul 1.2

Gambar
ASSALAMUALAIKUM Wr.Wb…..  Alhamdulillah sampai saat ini masih diberikan kesehatan dan pikiran yang sehat. mengingat aktivitas dalam beberapa minggu ini lumayan padat saat mengikuti pendidikan guru penggerak angkatan 11. Suasana belajar secara daring memang bukan lagi hal yang baru, namun tetap perlu perhatian dan persiapan. ada hal yang menarik dan menantang ingin saya ceritakan mengenai Nilai dan peran Guru Penggerak yang berkaitan dengan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara.  Guru penggerak memiliki peran sentral dalam menciptakan perubahan dan menginspirasi murid untuk berkembang secara holistik. Dalam filosofi pendidikan KI Hadjar Dewantara, konsep tersebut sangat ditekankan melalui gagasan bahwa guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pemberi contoh dan pembimbing dalam kehidupan murid.  Pertama-tama, nilai guru penggerak tercermin dalam kemampuannya untuk merangsang minat belajar murid. Seperti yang diajarkan oleh KI Hadjar Dewantara, seorang guru ...

Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Gambar
Sebelum saya mempelajari Pemikiran KHD, saya percaya bahwa kesuksesan murid sepenuhnya bergantung pada guru. Ketergantungan ini membuat pekerjaan menjadi sulit dan tidak mencapai target. Jika ada murid yang gagal, guru pasti akan terbebani, begitu juga jika murid berhasil guru akan bangga. Padahal tidak ada murid yang gagal, hanya jalannya saja belum tepat yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.   Setiap manusia dilahirkan merdeka, begitu juga murid. Kemerdekaan ini bertujuan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Tugas guru di sekolah adalah menuntun. bukan meminta hak, melainkan menghamba pada murid. Murid pada dasarnya telah memiliki potensi, bukanlah kertas kosong. Menghargai potensi murid seperti kita memuliakan mereka. barangkali dengan begitu guru akan sering memuji murid, sehingga muncul rasa percaya diri pada murid untuk belajar dengan sungguh-sungguh di kelas.  Seperti pemikiran KHD, guru ibarat seorang petani. Untuk memperoleh pad...